Jumat, 08 April 2011

TUJUAN ORANG BERINVESTASI DENGAN REAL ASSET DAN FINANCIAL ASSET


TUJUAN ORANG BERINVESTASI DENGAN REAL ASSET DAN FINANCIAL ASSET
Banyak bisnis yang dapat dilakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tentu semuanya bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah atau keuntungan di kemudian hari. Orang membeli sebidang tanah dengan harapan nantinya harga tanah tersebut menjadi lebih mahal. Orang menyimpan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga dari simpanannya itu. Secara umum, semua tindakan di atas dapat dikategorikan sebagai tindakan investasi.
 Definisi yang lebih lengkap diberikan oleh Reilly dan Brown, yang mengatakan bahwa investasi adalah komitmen mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengkompensasi pengorıbanan investor berupa:(1) keterikatan aset pada waktu tertentu,(2) tingkat inflasi, dan(3) ketidaktentuan penghasilan pada masa mendatang.
Kita berinvestasi karena ingin meningkatkan kesejahteraan. Kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter, baik untuk disaat ini maupun di masa datang dengan cara membeli suatu asset yang diharapkan di masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Secara garis besar ada dua jenis asset yang dapat digunakan sebagai sarana investasi yaitu: Real asset yaitu  investasi yang dilakukan dalam asset-asset yang berwujud nyata seperti: emas, real estate dan karya seni. Real asset investement adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui,istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukan sektor diluar keuangan. Seperti perdagangan,industri,pertanian,peternakan dll.Contoh dari real asset investment adalah membeli sebuah ruko untuk disewakan,menanam pohon sengon yang bisa dijadikan sebagai bahan baku kertas 5 tahun kemudian dan banyak lagi. Financial asset yaitu investasi yang dilakukan pada sektor-sektor financial, seperti: deposito, saham, obligasi, reksadana. Financial asset adalah investasi disektor keuangan atau sering juga disebut portofolio investment adalah komitment untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities) yang diterbitkan penerbitnya.Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu,perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya,sangat beragam seperti surat utang piutang,saham,deposito,reksa dana,obligasi,perdagangan berjangka dll. Ciri khas investasi pada sektor keuangan adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan,kemudian informasi hanya didapat dari prospektus, laporan tahunan, atau proposal.
Berinvestasi di financial asset bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu langsung dan tidak langsung.  Langsung artinya investor membeli asset-asset keuangan perusahaan, tidak langsung membeli saham dari perusahaan investasi yang mempunyai portofolio asset-asset keuangan dari perusahaan lain.
Penentuan Tujuan berinvestasi : Dalam penentuan tujuan berinvestasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu jangka waktu investasi (pendek/panjang), berapa target return yang mau dicapai.
Banyak bisnis yang dapat dilakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Tentu semuanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan di kemudian hari.
 Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mangikatkan
aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli lukisan untuk; dijual kembali dan masih banyak lagi. Ciri-ciri investasi di sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor riil adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahuhan atau proposal. Karena maınajemen investasi menyajikan teori-teori tentang Portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.
.
Pada dasarnya tujuan orang melakukan investasi adalah untuk menghasilkan sejumlah uang. Semua orang mungkin setuju dengan pernyataan tersebut. Tetapi pernyataan tersebut nampaknya selalu sederhana, sehingga kita perlu mencari jawaban yang lebih tepat tentang tujuan orang berinvestasi. Seperti telah disinggung dimuka, tujuan investasi yang lebih luas, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor. Kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter yang diukur dengan penjumlahan pendapatan saat ini di tambah nilai saat ini pendapatan masa datang.

Terdapat beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi antara lain adalah :
a.       Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang. Seseorang yang lebih bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana menigkatkan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang.
b.      Mengurangi tekanan inflasi.
Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi
                    c.       Dorongan untuk menghemat pajak.
Beberapa negara di dunia banyak melakukan kegiatan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar